Senin, 31 Mei 2021

5 Metode Pengujian Testing

Pengujian non-fungsional merupakan pengujian yang melakukan pengungkit pada kebutuhan non-fungsional seperti performa dan kegunaan sebuah aplikasi. Pengujian non-fungsional lebih untuk meningkatkan kualitas sebuah aplikasi. Kualitas yang dimaksud yaitu pada Waktu, Akurasi, Stabilitas, Kebenaran dan Durabilitas di berbagai macam keadaan.

Pengujian non-fungsional sulit dilakukan secara manual namun dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi pengujian otomatis . Pengujian non-fungsional menggunakan teknik white-box testing.


Jenis Pengujian Non-Fungsional

1. Pengujian Beban

Load Testing adalah pengujian yang merusak aplikasi. Maksud adalah suatu aplikasi akan diberikan beban kerja dengan jangka waktu yang telah ditentukan dan diharapkan mampu menangani beban tersebut.

Pada pengujian beban, beban kerja yang diberikan yaitu beban kerja dari batas kerja yang telah ditentukan.

2. Stres Pengujian

Pengujian ini hampir sama dengan pengujian beban . Hanya saja, stress testing memberikan beban kerja lebih dari beban kerja yang seharusnya dapat ditangani. Ini bertujuan untuk melihat bagaimana sebuah aplikasi berjalan ketika beban kerja yang diberikan lebih.

3. Pengujian Kompatibilitas

Pengujian yang memastikan sebuah aplikasi dapat berjalan dengan baik pada berbagai perangkat keras , sistem operasi , perangkat lunak, jaringan, browser , perangkat , seluler , dan versi.

4. Pengujian Kegunaan

Pengujian yang dilakukan dengan pengguna/klien untuk melihat seberapa mudah penggunaan aplikasi yang dibuat untuk berbagai kalangan pengguna. Pengujian ini biasanya menggunakan prototipe . Pengujian usability bertujuan untuk dapat mengidentifikasi awal masalah penggunaan aplikasi, sehingga dapat melakukan perbaikan sebelum desain diimplementasikan.

Namun, dalam melakukan pengujian ini sering kali terjadi kesalahan yaitu terlalu lama atau terlambat dalam mempelajari proses dan jika menunggu desain sampai benar-benar memakan waktu dan waktu.

5. Pengujian Konfigurasi

testing yang aplikasi memeriksa berbagai kombinasi perangkat lunak dan perangkat keras yang berbeda. Tujuannya untuk mengetahui konfigurasi optimal aplikasi tanpa cacat atau masalah.


Sumber Referensi :

https://blog.javan.co.id/functional-dan-non-functional-testing-5b801a61854c

Selasa, 25 Mei 2021

5 Metode Pengujian Testing Software

 Haloooo sahabat GITek, pada postingan kali ini yuk kita belajar tentang Metode Pengujian Software. Simak selengkapnya dibawah ini.


Pengujian perangkat lunak merupakan salah satu bagian penting dan sering digunakan dalam pengembangan dari suatu perangkat lunak. Dengan adanya pengujian perangkat lunak, software engineer mampu menyediakan error atau kecacatan yang ada dari suatu software. Fitur-fitur utama pada perangkat lunak penguji adalah pengungkit dan validasi. Pengujian perangkat lunak yang digunakan untuk menjawab pernyataan sebagai: Apakah perangkat lunak dapat berjalan atau berperilaku yang sudah ditentukan.


Berikut 5 metode penguji pengujian perangkat lunak yang perlu kita ketahui.

1. Pengujian Unit: Pengujian Unit adalah wilayah yang dapat diuji dari seluruh aplikasi. Tujuannya untuk memberikan kode yang harus memenuhi persyaratan.

2. Pengujian Integrasi: Dalam pengujian Integrasi, kode akan dibagi menjadi beberapa segmen dan diuji sebagai. Tugas utama penguji Integrasi adalah untuk menganalisis parameter seperti persyaratan fungsional, persyaratan kinerja dan persyaratan yang ditempatkan pada item desain utama.

3. Pengujian Fungsi: Pengujian Fungsi dapat disebut sebagai penguji black-box. Dalam fungsi, pengujian dilakukan dengan memberikan masukan yang valid, dan hasil dari pengujian.

4. Pengujian Sistem: Ini terlihat sebagai jenis penguji yang lebih terbatas, pengujian sistem berusaha segala kesalahan dalam unit perangkat lunak yang terintegrasi bersama.

5. Pengujian penerimaan: dikenal juga sebagai penguji penerimaan operasional atau penerimaan pengujian karena dijalankan dengan mengikuti prosedur penerimaan yang telah ditentukan untuk mengarahkan pengguna tentang data mana yang akan digunakan setelah mengikuti prosedur langkah demi langkah.



Referensi tugas:

https://www.researchgate.net/publication/312484469_Software_Testing_Techniques_A_Literature_Review

Selasa, 18 Mei 2021

5 Jenis Metode Security Pengujian Sistem

Haloooo sahabat GITek, pada postingan kali ini yuk kita belajar tentang Metode Security Pengujian Sistem. Simak selengkapnya dibawah ini.


1. Security Scanning

Security scanning merupakan pemindaian yang digunakan untuk menemukan kerentanan atau modifikasi file yang tidak diinginkan dalam aplikasi berbasis web, situs web, jaringan, atau sistem file. Pemindaian ini dapat dilakukan secara otomatis atau pun manual. Pemindaian ini akan memberikan wawasan Anda yang mendalam serta menyediakan rekomendasi solusi untuk memperbaiki masalah yang ditemukan. 

Pemeriksaan keamanan dapat dilakukan sebagai pemeriksaan satu kali atau pemeriksaan satu kali. Meskipun demikian, sebagian besar perusahaan pengembang perangkat lunak lebih memilih untuk melakukan pemindaian secara teratur untuk memastikan sistem yang dikembangkan benar-benar aman.


2. Ethical Hacking

Ethical hacking adalah pengujian keamanan yang dilakukan menggunakan semua teknik peretasan dan teknik serangan komputer terkait lainnya. Proses pengujian ini dilakukan oleh ethical hacker yang sudah memperoleh izin untuk menjelajahi infrastruktur IT yang lebih luas.

Ethical hacking tersebut akan memeriksa keamanan tingkat gangguan sistem menggunakan berbagai vektor dan jenis serangan. Dengan pengujian ini, Anda akan terbantu kerentanan dan kelemahan infrastruktur TI yang lebih luas.


3. Security Auditing

Security Auditing adalah metode terstruktur untuk menyusun langkah-langkah keamanan di dalam perusahaan. Dengan melakukan audit secara rutin, Anda akan terbantu dalam mengidentifikasi titik lemah dan kerentanan dalam infrastruktur IT perusahaan, memverifikasi keamanan, memastikan peraturan keamanan, dan banyak lagi.

Selain itu, audit keamanan juga akan membantu perusahaan Anda untuk tetap mematuhi undang-undang keamanan. Saat ini, ada banyak peraturan nasional atau pun internasional seperti GDPR dan HIPAA yang membutuhkan audit keamanan IT untuk memastikan bahwa sistem informasi Anda tetap memenuhi standar yang mereka buat.


4. Risk Assessment

Melalui risk assessment, risiko yang berhubungan dengan aplikasi, perangkat lunak, dan jaringan akan diidentifikasi dan dianalisis. Risiko keamanan tersebut kemudian akan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Salah satu jenis pengujian keamanan ini dapat membantu Anda memastikan bahwa keamanan cyber yang Anda lakukan sebelumnya sudah sesuai dengan risiko yang dimiliki organisasi / perusahaan Anda.


5. Penetration Testing

Penetration testing  adalah pengujian terhadap simulasi simulasi simulasi simulasi cyber sistem yang akan diuji.

Proses penguji ini dilakukan seperti ketika Anda menghadapi seseorang untuk membobol sistem keamanan aplikasi atau web Anda. Jika orang tersebut berhasil masuk dan melewati sistem keamanan yang ada, maka Anda akan siaga dimana kerentanan atau kerentanan sistem. Dengan informasi tersebut, Anda dapat terus meningkatkan sistem keamanan pada perangkat lunak, situs web, atau aplikasi yang Anda kembangkan.


Sumber referensi:

https://www.logique.co.id/blog/2021/03/02/security-testing/

Sabtu, 15 Desember 2018

Materi Sistem Informasi Versi GITek (Tugas mata kuliah Teknologi Informasi- Nama : RAMA AMANAH NPM : 1810631170032)


Haloooo sahabat GITek, pada postingan kali ini yuk kita belajar tentang SISTEM INFORMASI. Sistem Informasi terbagi menjadi dua kata yaitu Sistem dan Informasi, apakah itu sistem dan apakah itu informasi ?. Simak selengkapnya dibawah ini.

§  Pengertian Sistem
Pada dasarnya definisi sistem itu unviversal dan mencakup banyak aspek yang terkandung didalamnya . namun berdasarkan pendapat para ahli , sistem bisa diartikan sebagai “Sekelompok elemen yang terintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu”

§  Karakteristik Sistem
1.      Memiliki Komponen (components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling terinteraksi, yang artinya saling bekerja sama untuk membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen tersebut dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
2.      Batasan Sistem (Boundry)
Batasan Sistem atau yang dikenal dengan istilah boundry, merupakan pembatas dari sistem informasi dengan sistem informasi lainnya.
3.      Lingkungan Luar Sistem (Enviromments)
Enviromments merupakan keseluruhan sistem dan juga lingkungan yang berada di luar Batasan atau boundry dari sebuah sistem informasi.
4.      Penghubung Sistem (Interface)
Interfce adalah media yang menghubungkan atau mengintegrasikan antara satu subsistem ke subsistem lainnya menjadi satu kesatuan.
5.      Masukan Sistem (Input)
Input adalah serangkaian data (signal masukan) atau maintenance input dari dalam satu luar lingkungan yang kemudian diolah dalam sistem untuk dioperasikan.
6.      Keluaran Sistem (Output)
Output meupakan hasil dari data yang diolah dan diklasifikasikan menjadi output yang berguna. Output dapat menjadi input untuk subsistem yang lain.
7.      Pengolahan Sistem (Pemrosesan)
Pengolahan merupakan suatu yang merubah masukan menjadi keluaran. Contoh sistem akuntansi akan mengolah data-data transakasi menjadi laporab keuangan yang diperlukan oleh manajemen.
8.      Sasaran Sistem
Suatu sistem memilki tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem menentukan input yang dibutuhkan dan output yang akan dihasilkan



§  Klarifikasi Sistem
1.      Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)
·       Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, seperti sistem Teologia.
·               Sistem Fisik adalah sistem yang nyata secra fisk, seperti sistem computer, sistem akutansi, sistem informasi.
2.      Sistem Alamiah (Natural Syistem) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
·      Sistem alamiah adaalah sistem yangterjadi secara alamai, tidak dibuat oleh manusia. Misal sistem perputaran bumi.
·              Sistem Buatan Manusia Adalah sistem yang dirancang dan dibuat oleh manusia, misal sistem informasi akuntansi, sistem Pendidikan.
3.      Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tidak Tentu (Probabilistic System)
·           Sistem Tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan prilaku yang sudah dapat diprediksi, interaksi antar bagian dpat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem sudah dapat diramalkan. Misalnya sistem computer.
·           Sistem Tak Tentu adalah sistem dimana kondisi kedepannya tidak dapat diprediksi karena mengandung teori kemungkinan.
4.      Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)
·         Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luar. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar.
·    Sistem Terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.

§  Pengertian Informasi
Secarah harfiah INFORMASI dapat diartikan sebagai pesan berupa Ucapan atau Ekspresi yang terdiri dari Order Sekuens berupa simbol atau makna yang dapat ditafsirkan menjadi Data. Namun berdasarkan pendapat para Ahli, INFORMASI bisa diartikan sebagai:
“Data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya”

§  Kualitas Informasi
1.      Informasi harus Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.1
2.      Informasi harus tepat pada waktunya
Informasi yang dikirim atau diterima tidak boleh terlambat diterima si penerima, sebab informasi yang usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
3.      Informasi harus Relevan
Informasi harus memiliki manfaat bagi pemakainya dan relevansi informasi bagi setiap Orang akan berbeda.

§  Definisi Sistem Informasi
      SISTEM        :  Yaitu sekelompok elemen yang terintegrasi untuk mencapai tujuan            tententu
      INFORMASI :  Yaitu data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih         berarti bagi penerimanya
            Jadi SISTEM INFORMASI dapat diartikan sebagai:
“Sistem yang mengolah data untuk dijadikan suatu Informasi”

§  Komponen Sistem Informasi


1.      Hardware
Komponen yang ada pada komputer, bisa dilihat secara kasat mata dan mampu disentuh secara fisik. Meliputi: Input Device (Unit Masukan), Process Device (Unit Pemrosesan), Ouput Device (Unit Keluaran), Backing Storage (Unit Penyimpanan) dan Periferal (Unit Tambahan).
2.      Software
Kumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan komputer bisa berupa program yang berguna untuk menjalankan suatu perintah. Meliputi: Sistem Operasi, Bahasa Pemrograman, dan Program Aplikasi.
3.      Brainware
Manusia yang menggunakan atau mengoperasikan Komputer.
5.      Basis Data
Sekumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
4.      Komunikasi Data
Yaitu Jaringan Komputer yang merupakan sistem terdiri dari gabungan beberapa perangkat komputer yang didesain untuk dapat saling berkomunikasi dan bisa saling bertukar akses informasi dari berbagai tempat antar komputer yang satu dengan komputer yang lain. seperti LAN, MAN, WAN.
5.      Prosedur
Merupakan panduan yang berisikan Intruksi, meliputi Intruksi Pemakaian, Intruksi penyiapan Data sebagai Output, serta Intruksi Operasional.

§  Proses Terjadi Nya Sistem Informasi



SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER / COMPUTER BASE INFORMATION SISTEM (CBIS)
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information Sistem (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Manfaat
1.      Memberikan dasar pengontrolan
2.      Mendefinisikan lingkup proyek
3.      Mengatur urutan tugas
4.      Mengetahui bidang masalah yang potensial

Cara Kerja CBIS



JENIS-JENIS SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER atau COMPUTER BASE INFORMATION SISTEM (CBIS)


TRANSACTION PROCESSING SYSTEM (TPS)
TPS pertama kali beroperasi pada tahun 1960, dirancang oleh  American Airlines SABRE. yang berfungsi untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi Bisnis rutin, seperti daftar Gaji dan Inventarisasi.

Tujuan 


Proses Terjadinya 


OFFICE AUTOMATION SISTEM (OAS)
OAS adalah sistem informasi yang berbasis pada Telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan pesan atau dokumen maupun komunikasi elektronik, yang mencakup individu, kelompok kerja ataupun organisasi.
OAS bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dan memberikan kemampuan manajer & saling melakukan komunikasi dengan lebih baik. Sistem Informasi ini sangat bermanfaat sebagai untuk pemecah masalah Kelompok/Tim dan juga sebagai suatu cara komunikasi bisnis.

Contoh aplikasinya 



KNOWLEDGE WORK SISTEM (KWS)
KWS adalah aplikasi komputer yang dirancang untuk membantu “pekerja pengetahuan” untuk menangkap dan mengatur informasi pekerjaan aktivitas, belajar, memprioritaskan, dan melaksanakan tugas-tugas lebih efisien dan efektif.
KWS bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dengan memberikan informasi tugas spesifik yang diperlukan, dan dengan berasosiasi semua alat otomatis, agen perangkat lunak, dan referensi dokumen multimedia diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Contoh :



MANAGEMENT INFORMATION SISTEM (MIS)
MIS didefinisikan sebagai kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya didalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan management didalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.
MIS bertujuan bertanggung jawab atas ketersediaan dan keberlangsungan dari setiap informasi, analisis, dan sistem untuk semua level management, untuk bisnis tertentu dalam suatu perusahaan.

Contoh :


DECISION SUPPORT SISTEM (DSS)
DSS merupakan salah satu produk perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus untuk membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan (Indrajit 2001, p.179).
DSS digunakan untuk membantu para manager untuk pengambilan keputusan sebelum manager tersebut memutuskan untuk mengambil kebijakan tertentu.

EXPERT SISTEM (ES)
ES adalah program komputer yang dirancang untuk memiliki kemampuan menyelesaikan masalah seperti human expert.
ES bermanfaat dapat menyediakan pakar setiap waktu dan setiap saat, mampu bekerja otomatis, tugas-tugas rutin yang tidak bisa dikerjakan oleh pakar kini bisa dikerjakan, lebih cepat, murah, efisien, dan handal dalam mengatasi masalah.

Contoh :


COMPUTER-SUPPORT COLLABORATIVE WORK SISTEM (CSCWS)
CSCWS adalah sebuah istilah generik, yang menggabungkan pengertian bagaimana orang bekerja dalam sebuah kelompok dengan teknologi pendukung berupa jaringan komputer, perangkat keras, perangkat lunak terkait, layanan, dan teknik.
Manfaat :
1.      Transaksi jual beli secara eBay
2.      Para ilmuwan bekerja sama pada suatu proyek walau berjauhan
3.      Programmer suatu sistem bersamaan
4.      Bekerjasama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi.

Contoh :




GRUP DECISION SUPPORT SISTEM (GDSS)
GDSS adalah sistem berdasarkan komputer yang memudahkan pemecahan atas masalah tak terstruktur oleh beberapa pembuat keputusan yang bekerja sama sebagai suatu kelompok.
Manfaat :
1.      Meningkatkan perencanaan awal
2.      Meingkatkan partisipasi
3.      Setiap ide yang ditawarkan bebas dari kritik
4.      Evaluasi yang objektif
5.      Menghasilkan ide organisasi
6.      Dokumen hasil rapat
7.      Menetapkan prioritas dan mengambil keputusan .

Contoh :



EXCECUTIVE SUPPORT SISTEM (ESS)
ESS adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah,pengeksplorasian solusi dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis.
ESS digunakan untuk menemukan alternatif solusi untuk menekan permasalahan manajerial dan membuat perencanaan keputusan untuk perusahaan

Contohnya pembuatan slip gaji karyawan





5 Metode Pengujian Testing

Pengujian non-fungsional merupakan pengujian yang melakukan pengungkit pada kebutuhan non-fungsional seperti performa dan kegunaan sebuah ap...